LBB PRIVAT SMARTA

LBB PRIVAT SMARTA
BIMBEL BAGUS DI MALANG

Rabu, 01 Oktober 2014

Membangun Impian Anak


 Ketika anak-anak masih kecil, kita meyakinkan mereka untuk menggantungkan cita citanya setinggi langit. Sangat lucu mendengar mereka ingin menjadi pilot pesawat tempur, astronot, dokter terkenal dll. Kita sering membangkitkan kepercayaan diri mereka dengan mengatakan jika mau rajin belajar, maka mereka bisa meraih semua cita-cita yang mereka inginkan.

Dan ketika remaja, mereka mulai berubah pikiran. Mereka ingin menjadi pemain skate board, pemain gitar dan masih banyak lagi yang sesuai dengan hobby mereka. Tanggapan kita sebagai orang tua pasti mulai kuatir dan bertentangan, “kamu tidak bisa hidup dengan mengandalkan pekerjaan seperti itu.” Sebagai orang tua kita harus bisa terus mengarahkan anak-anak kita untuk mengerti tentang masa depan yang sebenarnya.

Sebagai orang tua, kita perlu menjadi pembangun impian anak. Dibawah ini ada 8 langkah yang bisa di lakukan untuk membantu anak-anak menemukan tujuan hidupnya.
1)      Bantu mereka berpikir ketika menentukan cita-citanya.
2)      Dengarkan sungguh-sungguh ketika anak anda berbagi cerita tentang cita-citanya.
3)      Dorong anak-anak untuk mengelola keuangan dengan baik.
4)      Ajari mereka melakukan bisnis kecil-kecilan waktu kecil, supaya mereka tau untuk memperoleh uang itu harus bekerja terlebih dahulu.
5)      Pertimbangkan untuk mendaftarkan mereka di tes-tes kemampuan, untuk membantu mereka mendapatkan gambaran tentang kemampuan yang mereka miliki.
6)      Berikan penilaian dan pujian setiap keberhasilan yang mereka capai.
7)      Anjurkan mereka untuk mengikuti kursus kursus ketrampilan untuk melatih daya kreatif mereka.

8)      Berdoalah dengan anak-anak. Minta petunjuk dari Tuhan untuk mempermudah cita-cita mereka dan membukakan jalan yang terbaik untuk masa depan mereka.

Kesalahan orang tua yang tidak disengaja




Kadang anda sering berperilaku beda saat di luar rumah dan di dalam rumah. Saat anda berada di jalan atau di sebuah perkumpulan atau ditempat kerja tanpa sengaja anda menabrak orang lain, anda pasti segera mengucapkan minta maaf dengan sopan dan penuh hormat. Tapi saat di dalam rumah, ketika anda tanpa sengaja menabrak anak anda. Anda langsung marah sambil berkata duh ….. minggir donk! anda tidak menyadari betapa kasarnya kata kata anda kepada mereka.

Dan contoh lagi, ketika anda berkenalan dengan orang baru , anda pasti berusaha sopan dan memahami orang tersebut, namun perlakuan anda di rumah berbeda. Anda sering kali semena mena kepada anak anda.

Mari kita renungkan, bagaimana bisa kita berlaku sopan dan beretika kepada orang lain yang kadang kita tidak kenal tetapi terhadap anak anak, kita berlaku sewenang-wenang. Kalau kita berhadapan dengan klien, kita akan berbuat sopan dan sebaik mungkin supaya dia mau bekerja sama dengan kita, atau kalau sedang berbicara dengan atasan, kita akan sangat penuh dengan kesopanan dan hormat.

Perbedaan itu kita buat karena mungkin kita menganggap bahwa keluarga pasti bisa menerima dan memaklumi perlakuan kita. Dan berdasarkan prasangka tadi, tanpa sadar kita kemudian menjadi semena-mena kepada mereka.

Apakah anda menyadari bahwa jika kita meninggal besok, perusahaan dengan mudah menggantikan posisi kita, orang orang yg baru kita kenal mungkin sudah lupa dengan kita. Tetapi berbeda dengan anak-anak kita. Mereka akan merasa sangat kehilangan seseorang yang sangat mereka kasihi dan sayangi dalam hidupnya.


Keluarga adalah unit terkecil dalam kehidupan kita, keluarga adalah pondasi kehidupan kita. Jika kita tidak bisa menaruh hormat dan berlaku sopan di dalam keluarga, maka sangat mustahil bagi kita bisa berbuat tulus diluar keluarga kita.

Cara Mengarahkan Anak Untuk Menjadi Baik



Seorang anak dilahirkan dengan keinginan yang kuat untuk mementingkan dirinya sendiri dan ia hanya memikirkan keperluan dirinya sendiri. Apabila apa yang di inginkannya tidak terwujud, maka ia akan marah dan menangis. Dapatkah anda bayangkan apa yang akan terjadi apabila seorang anak remaja sampai dewasa dibiarkan mengikuti keinginan pembawaannya yang ego sentries?

Orang tua yang mengerti akan kecenderungan yang tidak baik ini akan lebih bersungguh-sungguh dalam membimbing anaknya dan mengajarkan anaknya agar ia menjauh dari hal hal yang tidak baik dan melakukan yang baik.


Untuk mengarahkan anak menjadi baik harus dibina mulai dari kecil, dilatih dan dilindungi. Didikan itu harus diberikan selagi mereka masih muda, masih lembut dan masih belum terpengaruh lingkungan luar.